Friday, 29 September 2017

Kisah Jenderal Ke-8 yang Lolos G30S/PKI dan Penting untuk CIA


Jakarta - Mestinya ada 8 jenderal yang diculik saat G30S/PKI, bukan 7. Inilah Brigjen Ahmad Sukendro yang CIA pun sayang kalau kehilangan dia.

Laporan intelijen CIA bertajuk The President's Daily Brief tahun 1965, sudah bisa diakses publik. Dalam beberapa laporan itu seperti dilihat detikcom dari situs resmi CIA, Kamis (28/9/2017) dalam rangka memberantas PKI, rupanya jenderal-jenderal AD aktif berkomunikasi dengan pihak Amerika Serikat dan masuk dalam laporan CIA.

"Jenderal Sukendro, satu-satunya yang selamat dari Brain Trust AD setelah pembunuhan 30 September, mengatakan kepada pejabat Amerika kemarin bahwa dia pikir situasi cukup baik. Dia mengakui, pertanyaan besar apakah AD bisa memberantas Komunis dengan Sukarno yang merasa keberatan," kata CIA dalam laporan tanggal 15 Oktober 1965.

Apa itu julukan Brain Trust yang disebutkan CIA? John Roosa dalam buku Dalih Pembunuhan Massal mengartikan Brain Trust adalah kelompok jenderal pemikir di AD yaitu Ahmad Yani, Suprapto, MT Haryono, S Parman dan Sukendro. 5 Nama ini ditambah AH Nasution, Sutoyo dan DI Panjaitan dalam buku Sukarno File tulisan Antonie CA Dake, adalah para Dewan Jenderal menurut PKI.

Dake menyebutkan Sukendro lolos dari maut karena sedang tugas dinas ke Beijing di malam pembunuhan para jenderal. Siapa sih dia? Kenapa kita jarang mendengarnya hari ini? Roosa menyebut Sukendro adalah jenderal intelijen yang dekat dengan CIA dan pejabat AS.

Hal itu seperti diamini oleh CIA sendiri dalam laporan kepada Presiden Johnson tanggal 20 Oktober 1965. CIA khawatir betul Sukendro ditendang Sukarno setelah kejadian G30S/PKI sebagai bagian dari pertarungan AD dan PKI.

"Mantan PANGAU Omar Dani yang terlibat urusan 30 September, meninggalkan Indonesia kemarin untuk kunjungan yang diperpanjang di luar nageri karena didesak AD. Untuk kompensasinya, Sukarno meminta Jenderal Sukendro mengasingkan diri. Kalau dia pergi, AD akan kehilangan otak politik terbaiknya," kata CIA menyayangkan.

CIA kembali melaporkan pada 26 Oktober 1965 kalau Sukendro menolak mengasingkan diri. Namun pada akhirnya pada 29 Oktober 1965, Sukarno berhasil memaksa Sukendro hengkang dari Indonesia. Alasan lain kenapa nama Sukendro menghilang adalah, Soeharto menjebloskannya ke penjara di awal Orde Baru.

Berikut ini adalah laporan CIA tanggal 15, 20, 26, dan 29 Oktober 1965 yang menyebutkan Sukendro:

15 OKTOBER 1965

AD terus melawan Komunis Indonesia.

Jenderal Sukendro, satu-satunya yang selamat dari brain trust (kelompok pemikir-red) AD setelah pembunuhan 30 September, mengatakan kepada pejabat Amerika kemarin bahwa dia pikir situasi cukup baik. Dia mengakui, pertanyaan besar apakah AD bisa memberantas Komunis dengan Sukarno yang merasa keberatan.

Sukendro bicara soal situasi di Jawa Tengah dimana unit AD bingung dengan babak awal upaya kudeta dan di sana Komunis tetap kuat.

Pemimpin utama Komunis Aidit telah (KALIMAT DISENSOR) dilaporkan ditangkap AD. Ada indikasi bahkan elemen pro-Komunis di sekitar Sukarno mencoba menjadikan Aidit sebagai kambing hitam untuk skandal 30 September.

Aksi rusuh terjadi kemarin dan berganti sasaran dengan merusak universitas di Jakarta yang dikelola oleh warga Tionghoa. Meskipun universitas ini pro-Beijing, dari serangan ini bisa dianggap sama kalau kelompok anti-China adalah juga kelompok anti-Komunis. Kedubes Komunis China rumornya jadi target rusuh, lantas dijaga AD. Komandan AD di Jakarta meminta pelaku rusuh berhenti merusak.

20 OKTOBER 1965

AD masih mencincang Komunis.

AD memerintahkan pemimpin Komunis di wilayah Jakarta untuk melaporkan diri ke otoritas polisi atau militer. Penangkapan pemimpin Komunis berlanjut dan (KALIMAT DISENSOR) antara 1.300 dan 1.400 orang sudah ditahan.

Koran di Jakarta kemarin begitu jauh menulis kalau Sukarno bertanggung jawab atas kekacauan ini. Kedubes kita mengatakan ini adalah bukti kekuatan Sukarno mengecil.

Sukarno sementara itu melakukan yang terbaik untuk meredam gerakan AD dan memulihkan kehormatan Komunis. Manuvernya cuma sedikit berdampak terhadap semangat anti-Komunis.

Juga ada tanda-tanda AD akan menyejajarkan diri untuk melawan Menlu Subandrio yang masih merupakan penasihat terdekat Sukarno.

Mantan PANGAU Omar Dani yang terlibat urusan 30 September, meninggalkan Indonesia kemarin untuk kunjungan yang diperpanjang di luar nageri karena didesak AD. Untuk kompensasinya, Sukarno meminta Jenderal Sukendro mengasingkan diri. Kalau dia pergi, AD akan kehilangan otak politik terbaiknya. 

26 OKTOBER 1965

Para jenderal memimpin jalan untuk melawan Komunis dan yang terlibat urusan 30 September.

Target AD adalah Menlu Subandrio, yang terlibat upaya kudeta oleh 2 orang yang sudah ditangkap sebelumnya. Unjuk rasa hari ini melibatkan 10.000 pemuda meminta dia dicopot

PARAGRAF DISENSOR

Jenderal Sukendro menolak arahan Sukarno untuk mengasingkan diri. Beberapa koran anti-Komunis tetap terbit meski diminta tutup. Pemimpin buruh Komunis yang diam berbulan-bulan, bersuara lagi.

PARAGRAF DISENSOR

Sambil ini berlanjut (KALIMAT DISENSOR) Komunis memulai kampanye sabotase dan terorisme. (KALIMAT DISENSOR) Persiapan Komunis untuk 'perang gerilya' di sini dan area lain di Jawa dan Sumatera.

29 OKTOBER 1965

PETA INDONESIA DENGAN PETA JAWA DIPERBESAR

Kedubes AS di Jakarta yakin situasi keamanan terus memburuk di beberapa area kunci.

Ini khususnya benar di Jawa Tengah dimana Komunis merasa perlu menyerang sebelum terlambat. AD sebaliknya khawatir dengan kesetiaan unit mereka di sana.

Situasi sama juga didapatkan di Jawa Timur. Satu masalah adalah komandan militer di sana ragu-ragu melawan Komunis, dan mereka jadi punya waktu berhimpun. Beberapa laporan terkonfirmasi menyebutkan ketegangan meningkat di ibukota.

Dalam menilai situasi ini, pejabat AS di Jakarta menyimpulkan karena militansi Komunis, periode kekerasan akan terjadi. Mereka merasa, keseimbangan ada di sisi AD dan ada kesempatan nyata untuk bergerak melawan kendali penuh Komunis.

Dari sisi politik, manuver dari kekuatan yang bertikai terus berlanjut. Sukarno akhirnya berhasil memaksa Jenderal Sukendro keluar negeri beberapa minggu. AD menerbitkan pemberitahuan maksud untuk mengendalikan pers. 
(fay/dkp)

Saturday, 23 September 2017

3 Tanda Smartphone Kamu Sedang Di Sadap Orang Lain

Cara Menyalin Tulisan Dari Kertas Atau Buku Ke Ponsel Tanpa Harus Ngetik

Unboxing Orico Hardisk Docking Station (Indonesia)

Maiwo K3082 CLONE! - Hard Disk Docking Station - #Ulasan eps.129

STB Indihome ZTE ZXV10-B760H Install APK KODI DLL

STB Indihome seri ZTE ZXV10-B760H saat ditulis ini, adalah piranti keras yang sedang dipergunakan telkom indihome untuk menonton siaran ip tv nya. Menariknya, karena menggunakan OS Android, STB ini bisa dioprek selayaknya OS Android lainnya. Seperti install berbagai APK, install Kodi buat nonton TV, atau bahkan juga bisa di root.

Pendahuluan

Meski pengguna Indihome (yang ingin putus berlangganan), saya tidak berlangganan layanan TV nya. Hanya 2p alias Internet dan Phone. Sebenarnya pengennya 1p saja, tapi entah berurusan dengan BUMN satu ini ribetnya setengah mati.. terutama soalnya billing.
Karena tidak berlangganan TVnya, maka aku gak punya (gak dikasih, baca: sewa) STB Indihome senilai 40rb/bulan. Tidak mengapa. Aku mendapatkan sendiri dengan beli di FJB atau di market place online yang tersebar di jagat maya dengan mudah. Harga terjangkau. Dan tentu saja second 😎
Harganya sendiri range 200-300 ribu.

Tujuan

Tujuan tutorial ini adalah untuk mendokumentasikan buat diri sendiri atau orang lain, yang bisa jadi kesasar ke sini baik sengaja atau tidak sengaja.
Tutorial ini enggak aku tulis sepenuhnya sendiri, karena sudah banyak beredar tentang cara install APK atau KODI di internet. Namun tetap saja aku tulis buat dokumentasi, karena biar berkelanjutan sampai pada tutorial ngerootnya yang baru saja aku lakukan.

Spesifikasi

  • Tipe: ZTE ZXV10-B760H
  • OS: Android 4.4.2 KitKat
  • SoC: 4-core 1.51 GHz
  • RAM 1 GB
  • Free space storage: 768 MB
  • WiFi 2.4GHz/5GHz
CPU Z

Fitur tambahan

  • Browsing
  • Nonton youtube
  • Kompatibel dengan mouse / keyboard USB maupun wireless
  • Sudah support HDD eksternal sampai 2 TB
  • Miracast (Fitur memunculkan tampilan layar HP pada TV)

Kelengkapan

ZTE ZXV10-B760H
  1. Unit Set Top TV Box
  2. Kabel Video dan Audio
  3. Kabel HDMI
  4. Kabel LAN
  5. Remote Control
  6. Adaptor

Port di STB

ZTE ZXV10-B760H
  • Ethernet untuk konek ke Port-4 modem
  • SPDIF
  • AV 3mm
  • HDMI
  • USB1, USB2
  • MicroSD

User Manual

atau download di :
Default Pasword Factory Reset STB dan Ganti username akun adalah: 6321

Keterbatasan

  • Internal storage tergolong kecil untuk menaruh data (Android/data)
  • Install APK harus di internal storage
  • FileBrowser bawaan tidak bisa langsung akses memory internal, harus dipancing
  • Remote standar, tidak nyaman untuk menggerakan kursor
  • Tidak ada Google Apps (Playstore), meski nanti bisa diinstall secara manual

Bahan

Untuk menginstall apk yang diperlukan adalah:
  • STB ZTE (tentu saja)
  • Monitor/TV/LCD buat display
  • MicroSD untuk memancing filebrowser bawaannya STB
  • Flashdisk tidak wajib
  • APK file file yang akan diinstall, bisa diletakkan di microSD atau Flashdisk
  • Mouse gak wajib, tapi akan sangat mempermudah navigasi

APK File

Silakan download APK mana yang ingin diinstall..
Mungkin ini bisa jadi referensi file yang dibutuhkan:
  • File Manager by ASUS, ES File Explorer atau apa aja
  • WIFI Explorer
  • KODI v16, untuk nonton TV Online
  • MX Player (untuk nonton movie)
  • Holo Launcher (launcher pengganti default bawaan STB)
  • CPU Z untuk melihat spesifikasi
Sumber-sumber download bisa dicari di:
dan lain sebagainya yang sangat banyak tersebar di internet dengan kata kunci download apk

Install APK

  • copy file APK ke microSD
  • masukkan microSD ke STB
  • jalankan FileBrowser pada STB
file browser
  • FileBrowser ➔ browse dan copy file APK berada (APK Asus/ES File Manager)
exSDCard
  • klik ➔ External SD Card
exSDCard
  • klik ➔ tombol [Back] pada remote, maka akan terlihat sdcard1 dan sdcard0 (internal). sdcard0 tidak akan muncul tanpa dipancing MicroSD
  • bisa juga untuk back tekan tombol BACK, tidak harus pakai remote(penulis sudah buktikan sendiri)
exSDCard
  • klik ➔ sdcard0 lalu browse dimana file APK akan di-paste, misal di folder Download.
exSDCard
  • Paste file APK di folder Download sdcard0
exSDCard
  • klik ➔ file APK untuk install.
exSDCard
Aplikasi telah terinstall.
Catatan:
Jika menggunakan Asus/ES File Manager untuk akses sdcard0, tidak perlu dipancing MicroSD lagi.
Hal yang sama juga dapat dipakai untuk menginstall APK lainnya, seperti KODI, Wifi file transfer, Telegram, dan lain sebagainya.
INGAT: Install APK tetap hanya bisa dari sdcard0.

Video

Jika bingung lihat videonya saja. Contoh yang ini adalah install APK Kodi.
Untuk bahan install kodi sudah ada di atas. Atau bisa download dari sumber langsung di http://mirrors.kodi.tv/releases/android/arm/

Penutup

Sumber tulisan ini sebagian besar diambil dari tulisan rekanku di Telegram@sadal yang ditulisnya pada telegraph yang notabene agak susah dilacak atau diingat-ingat URL nya jika dibutuhkan. Dan sudah disesuaikan dalam hal prakteknya.
Beberapa referensi lain:
Yang paling mudah memahami tutorialnya adalah mengikuti videonya dan kemudian dipraktekkan sendiri.
Akan dilanjutkan ke tutorial berikutnya yang lebih seru, insyaAllah.

https://blog.banghasan.com/note/tutorial/stb-indihome-ZTE-ZXV10-B760H-install-apk/

Cara Setting Modem Indihome untuk Useetv!!

cara setting USEETV Indihome ONT HUAWEI putih