Thursday, 23 March 2017

Anies Baswedan di Markas FPI




Kelompok Arab bukanlah kelompok yang pertama menyatakan setia terhadap Indonesia. Sebelum deklarasi Persatoean Arab Indonesia (PAI), sekelompok orang Tionghoa mendirikan Partai Tionghoa Indonesia (PTI) pada 1931.

  Anies adalah satu-satunya calon gubernur DKI yang berkarier di bidang akademik. Sylviana Murni juga pernah menjadi dosen, tapi ia calon wakil gubernur, bukan calon gubernur. Ahok dan Agus sama-sama mencicipi pendidikan pascasarjana, tapi hanya Anies yang menekuni karier di bidang akademik. Hanya Anies pula yang meraih gelar Doktor atau PhD, menduduki jabatan rektor di Universitas Paramadina, dan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 

Nalar akademik yang bertahun-tahun digeluti Anies diuji selama proses kampanye Pilkada DKI. Reputasi Anies sebagai seorang terpelajar yang mengajar (bahkan menginisiasi program Indonesia Mengajar) dan peneliti dihadapkan dengan realisme politik yang sama sekali tidak membutuhkan catatan kaki.

Salah satu ujian itu datang saat ia mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta. Terutama, justru, karena Anies membuka pidatonya dengan uraian tentang keilmiahan sebuah paper. Ceramah itu kemudian masuk ke soal-soal sejarah, khususnya sejarah Islam di dunia dan kelompok Arab di Indonesia.

Tulisan ini adalah usaha pengecekan fakta, atau bisa juga disebut sebagai upaya melengkapi ceramah itu dengan hal-hal yang luput diutarakan Anies.

TENTANG JALUR REMPAH

Anies: Apa barang yang dibawa di jalur sutra itu? Yang dibawa adalah rempah-rempah. Dibawanya dari mana? Dari Maluku. Ketika kemudian jalur sutra itu ditutup, yang pegang adalah pedagang Islam. ... Bahwa rempah itu dibawanya dulu memang Jalur Sutra, tapi kemudian menggunakan jalur laut. Jauh lebih murah, jauh lebih efisien ... Dan di sanalah yang namanya transmultinasional muslim itu terjadi. Bentangannya kira-kira dari Maroko hingga ke Maluku. ... 60% GDP dunia di tangan mereka. Dan apa bahasa internasionalnya? Bahasa internasionalnya adalah bahasa Arab. Lingua franca di semua titik menggunakan bahasa Arab.

Pertama, Jalur Sutra merujuk rute transportasi perdagangan yang menghubungkan Timur dan Barat, terutama dari Asia Daratan khususnya Cina ke Laut Mediterania, yang dari sana berlanjut hingga ke dunia Eropa. Ini adalah jaringan perdagangan berusia tua yang sudah dimulai setidaknya sejak Dinasti Han, satu atau dua abad sebelum Masehi.

Apa yang dibawa di Jalur Sutra? Tentu saja: sutra. Tentu ada barang-barang yang lain, termasuk rempah-rempah. Selain sutra dan rempah, perdagangan di Jalur Sutra menjual berbagai komoditas, mulai dari kertas, besi, logam berharga (giok), teh, gading, kulit, dan lain-lain.

Seluruh uraian Anies tentang Jalur Rempah merujuk perdagangan melalui jalur laut. Benar, selain lewat jalur darat, komoditas sutra juga memang didistribusikan melalui jalur laut. Maka, ada istilah Jalur Sutra Laut (Maritime Silk Routes). Namun, laut bukanlah rute awal dan utama.

Ketika Jalur Sutra dijadikan Situs Warisan Dunia oleh Unesco, area yang ditetapkan adalah Koridor Chang'an-Tianshan yang merentang dari Cina, Kazakhstan, dan Kyrgystan. Mayoritas situs-situs yang ada dalam koridor tersebut berada di darat. Hanya ada dua situs dalam Koridor Chang'an-Thianshan yang merujuk pada Jalur Sutra Laut.

Kedua, Anies benar mengatakan rute transportasi laut adalah tulang punggung perdagangan rempah. Namun, Anies tidak mengatakan bahwa transportasi laut tidak hanya mengangkut rempah-rempah dan tidak hanya dikuasai pedagang muslim.

Seperti halnya Jalur Sutra yang juga menjual komoditas yang lain, transportasi laut yang disebut Anies sebagai Jalur Rempah sudah lebih dulu melayarkan komoditas dupa atau bahan wewangian aromatik. Maka, ada istilah Incense Road (atau Jalur Menyan).

Selain menghidupkan rute transportasi dari Laut Mediterania ke wilayah-wilayah tengah Afrika melalui jalur darat melintasi Gurun Sahara, Jalur Menyan ini juga melalui Laut Merah dan Teluk Arab. Ia menautkan kawasan Arab dengan Eropa dan Afrika. Jalur Menyan ini sudah ada sebelum Yesus lahir, artinya sejak zaman sebelum Masehi.

Komoditas yang dilayarkan lewat Jalur Menyan ini salah satunya adalah—harus menggunakan kata "terutama" ketimbang "salah satunya" jika memang ingin menghidupkan peran Indonesia dalam sejarah transportasi-perdagangan dunia—kamper. Komoditas kamper inilah yang mempopulerkan nama Barus, diperkirakan terletak di pantai timur Sumatera, hingga ke kota-kota dan bandar-bandar penting dunia.

Jika "Barousai" dalam peta Ptolemeus memang merujuk Barus, maka Sumatera dan transportasi laut di Samudera Hindia sebenarnya sudah ramai sejak awal Masehi (Ptolomeus hidup antara tahun 90 sampai 168 Masehi), sekurang-kurangnya pada abad ke-11 jika merujuk Prasasti Tamil.

Transportasi laut ini juga sudah lebih dulu dihidupkan berbagai kebudayaan dari bermacam-macam bangsa sebelum—merujuk ucapan Anies—Utsman menutup rute (kurang jelas apakah Utsman yang dirujuk adalah Utsmaniyah di Turki atau Khalifah Utsman bin Affan). Dari Yunani, Romawi, Phoenicia, Carthage, Alexandria, Hindustan, Cina, hingga Venesia. Agamanya macam-macam: mulai dari Pagan, Buddha, Syiwa, Kristen, hingga akhirnya Islam.

Ketiga, kurang tepat jika perdagangan rempah menggunakan laut dikaitkan dengan "lebih murah dan lebih efisien." Jalur utama perdagangan rempah-rempah sejak awal sudah menggunakan laut karena produsen-produsen utama rempah banyak berada di kawasan-kawasan pantai. Menggunakan jalur darat kadang dilakukan, namun lebih ramai melalui laut.

Untuk beberapa kawasan bahkan tidak ada opsi selain melalui laut, misalnya untuk Maluku yang disebut Anies. Bukankah Maluku adalah kepulauan? Jangankan menjangkau Istanbul atau Hadramaut, menjangkau Makassar pun tidak bisa dijangkau dengan perjalanan darat.

Keempat, yang juga absen dalam uraian Anies adalah: perdagangan rempah yang memperkenalkan Maluku kepada dunia adalah perdagangan rempah tahap kesekian. Jauh sebelum itu, ada kawasan lain yang menjadi produsen rempah.

Salah satunya dikenal sebagai Land of Punt (sebagian menyebutnya di Afrika, ada juga yang percaya di Arab selatan) yang dihidupkan oleh Laut Eritrea, nama kuno untuk perairan yang meliputi area dari Tanjung Harapan di Afrika hingga Teluk Arab. Sebelum itu, kawasan Kerala di India menjadi produsen penting rempah-rempah, sampai-sampai Kerala disebut sebagai "spice garden of India". Sisi barat dan selatan Kerala berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Kelima, Jalur Rempah sulit menggantikan istilah Jalur Sutra. Bukannya rempah tidak pernah diperdagangkan di jalur daratan Asia, karena India juga mengirim rempah ke Cina melalui darat, namun karena sutralah yang memang menjadi komoditas andalan Cina di awal pembukaan jalur itu. Untuk rute yang memang diinisiasi oleh Cina ini, rempah memang bisa dinomorduakan.

Ini tidak sesederhana, atau dalam istilah Anies, "cepat-cepatan klaim". Ini pertarungan diskursus, perihal dunia wacana yang sesungguhnya tidaklah netral, namun ikut ditentukan oleh konstelasi kekuasaan.

Tentu Anies tahu hal ini. Maka, dalam uraian di Petamburan ia menyebut "Barat Tengah" untuk apa yang lebih lazim disebut “Timur Tengah”. Ia mengerti istilah "Timur Tengah" memuat bias Eropa. Sebab “timur” dalam “Timur Tengah” berarti diukur berdasar posisi berdiri dari Eropa. Anies menggunakan Barat Tengah untuk menjelaskan bahwa jazirah Arab memang berada di barat jika dipandang dari Indonesia.

Edward Said, penulis yang berupaya membongkar nalar eurosentrisme, menyebut hal ini sebagai "imaginative geography" di dalam buku klasik Orientalism.

TENTANG KETURUNAN ARAB DAN POLITIK INDONESIA

Anies: [D]ulu orangtua kami itu dulu pendiri Partai Arab Indonesia, yang Partai Arab Indonesia itu mendeklarasikan; satu, tanah airnya Indonesia. Dan mengatakan tanah air Indonesia di tahun '34. Bapak-bapak ibu sekalian, orang Arab mengatakan tanah airnya Indonesia tahunnya '34.

Anies benar bahwa pada 1934 (tepatnya 4 Oktober 1934) memang ada semacam pertemuan keturunan Arab, didominasi anak muda, yang menyatakan tanah airnya adalah Indonesia, bukan lagi Arab (lebih tepatnya: Hadramaut). Namun pada 1934 tidak ada yang namanya Partai Arab Indonesia (PAI). Yang ada adalah Persatoean Arab Indonesia. PAI sebagai partai baru muncul dalam Kongres PAI IV yang berlangsung pada 18-25 April 1940.

Kelupaan tentu dapat dimaklumi. Ini hal biasa. Namun agar tidak menyepelekan perbedaan antara “Persatuan” atau “Partai”, perlu diterangkan bahwa perubahan dari “Persatuan” menjadi “Partai” memuat cerita yang tidak sepele. Banyak hal terjadi dari 1934 sampai 1940, baik di luar masyarakat keturunan Arab maupun di dalam masyarakat keturunan Arab. Di antara sesama keturunan Arab sendiri berlangsung dinamika yang tidak ringan.

Dinamika ini terkait banyak isu, namun salah satunya adalah perdebatan alot yang tidak tuntas pada 4 Oktober 1934: orientasi keturunan Arab itu harus diarahkan pada tanah asal, homeland, yaitu Hadramaut ataukah kepada Indonesia?

Perdebatan internal ini yang tidak disebutkan dalam pidato Anies. Agar lebih lengkap, supaya tidak simplisistis pada detail cerita, perlu disampaikan bahwa ada keturunan Arab yang memilih tetap merujuk Hadramaut sebagai orientasi kesetiaannya.

Memang benar bahwa deklarasi 1934 mendeklarasikan PAI bertanah air Indonesia. Juga benar bahwa Abdul Rahman Baswedan, kakek Anies sebagai tokoh utamanya, sangat bersungguh-sungguh menganggap Indonesia sebagai tanah air. Namun tidak semua keturunan Arab menyepakati itu. Penolakan ada, bahkan ramai.

A.R. Baswedan bahkan merasakan sendiri tantangan dari sesama keturunan Arab. Disertasi Husein Haikal, profesor sejarah di Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia-Arab dalam Pergerakan Kemerdekaan Indonesia, mengisahkan ancaman kepada A.R. Baswedan bahkan sampai berupa ancaman fisik. Husein Haikal bahkan menyebut para penentang A.R. Baswedan nyaris berhasil melaksanakan niatnya namun urung dilakukan karena melihat fisik A.R. Baswedan yang kurus (baca laporan Tempo edisi 15 Desember 2008).

PAI jelas tidak begitu saja menjadi suara mayoritas. Bahkan, pada 1938 lahir Indo Arabisch Beweging (IAB) yang diinisiasi oleh M.B.A Alamudi. Delapan tahun sebelumnya, orang yang sama mendirikan Indo Arabisch Vereniging (IAV). Orientasi keduanya sama: menjunjung tinggi homeland, Hadramaut, alih-alih menjunjung nasionalisme Indonesia. Di kemudian hari, Alamudi bahkan menjadi semakin dekat dengan Belanda, bahkan berada di sisi Belanda, walaupun proklamasi sudah dinyatakan. Dan ia tentu tak sendiri, ada segmen keturunan Arab yang berada di belakangnya.

Jika lebih rinci lagi, isunya lebih kompleks dari sekadar pro Hadramaut atau Indonesia atau PAI vs IAB. Ada soal sayyid dan non-sayyid hingga soal pernikahan beda “kasta”, hingga konflik antara Al-Irsyad dengan Arrabitah.

Namun hal-hal di atas rasanya sudah cukup untuk memperbaiki apa yang disampaikan Anies sebagai: “Dan ini (mendeklarasikan Indonesia sebagai tanah air) yang melakukan siapa? Seluruh kelompok (keturunan Arab)“. Pernyataan Anies itu, sejujurnya, terlalu simplisistis—jika bukan keliru.

Anies: Apa sih yang terjadi itu? Nekat. Tahun 34 nekat. Apakah Indonesia sudah ada. Belum. Belum. Kalau orang Jawa mengatakan “saya Indonesia”, ternyata Indonesia tidak terjadi dia tetap Jawa. [...] Lha ini orang Arab mengatakan saya Indonesia barangnya belum ada. Kalau ternyata Indonesia tidak terjadi, mau ngaku Jawa gak bisa, mau ngaku Arab dia bilang “ente udah bilang Indonesia, cari aja sana Indonesia di mana”. Ndak ada barangnya.

Indonesia tentu saja belum eksis sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Bahkan bagi Belanda, 17 Agustus 1945 itu tak membuat Indonesia ada. Belanda baru mengakui Indonesia pada 1949 melalui Konferensi Meja Bundar.

Namun, agar tidak menjadi glorifikasi asal-usul sendiri, bolehlah disampaikan bahwa soal nekat-nekatan ini sesungguhnya juga terjadi pada nasionalis beretnis Jawa atau Minang atau Makasar sekalipun. Bahkan Sukarno, Hatta, atau Tan Malaka pun tak tahu apakah Indonesia akan merdeka, sementara mereka sudah bersikap radikal dan terbuka menentang Belanda.

Belum lagi pejuang-pejuang anonim, atau yang bukan profil kelas atas, yang nasibnya benar-benar tak menentu jika tertangkap Belanda. Orang seperti Mas Marco atau Haji Misbach yang dibuang ke Papua itu tak pernah tahu mereka bisa kembali ke Jawa atau tidak. Mereka bisa berharap bebas jika Indonesia merdeka, tapi tak ada yang tahu itu akan terjadi kapan.

Menjadi Indonesia alias memutuskan berpihak pada gagasan tentang tanah air Indonesia, saat kolonialisme masih menancap dalam, hampir selalu membutuhkan kenekatan. Tanpa kecuali.

Siapa bilang nasionalis Indonesia dari Jawa tidak memikul risiko jika Indonesia akhirnya tidak merdeka? Perdebatan tentang kesetiaan harus diarahkan kepada Jawa ataukah kepada identitas baru bernama Indonesia juga bukannya tidak sengit. Dan yang berpihak pada identitas baru Indonesia ini, selain harus bersiap dipenjara, seringkali juga dianggap sudah bukan lagi Jawa di mata orang-orang konservatif.

Anies: Mereka menyatakan sumpah tanah air Indonesia sebelum Indonesia-nya ada. Tidak ada yang lain yang melakukan itu kecuali keturunan Arab di indonesia. Enggak ada. Dan ini yang melakukan siapa? Seluruh kelompok. [...]

Sebelum PAI berdiri dan mendeklarasikan kesetiaan pada tanah air Indonesia, sekelompok orang Tionghoa sudah lebih dulu mendirikan Partai Tionghoa Indonesia (PTI) pada 25 september 1932. Sebagaimana PAI, PTI adalah organisasi yang mempromosikan pandangan agar warga keturunan Tionghoa (yang lahir) di Indonesia menjunjung tinggi tanah air Indonesia. Bagi PTI, Indonesia adalah tanah airnya serta menuntut persamaan hak dan kewajiban dengan orang pribumi yaitu mau berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan percaya bahwa nasib mereka terikat dengan nasib orang Indonesia pribumi.

PTI didirikan oleh Liem Koen Hian. Siapa dia? Dia mentor A.R. Baswedan dalam jurnalisme dan politik. Liem yang mengundang A.R. Baswedan untuk bergabung dengan Sin Tit Po yang dipimpin Liem. Bahkan PAI sendiri terinspirasi dari PTI. Hanya beda “A” dan “T” dari penamaan dalam bentuk singkatan.

Natalie Mobini Kesheh, dalam The Hadrami Awakening: Community and identity in the Netherlands East Indies, 1900-1942 (hal. 135) menulis: [L]iem's ideas were an important influence upon his own, and that the PTI was a model for PAI which Baswedan founded two years later.”

PTI sendiri terinspirasi dari Indische Partij, sebuah organisasi radikal yang, saking radikalnya, tidak pernah disahkan oleh pemerintah kolonial. Kendati juga berisi orang-orang bumiputera, dengan Soewardi dan Tjipto sebagai tokoh utamanya, tapi anggota Indische Partij yang berlatar belakang keturunan Belanda atau Eropa lima kali lipat lebih banyak dari orang bumiputera.

Kendati berdarah Eropa, biasa disebut Indo(-Eropa), mereka menganggap Hindia sebagai tanah airnya, bukan Belanda atau Eropa. Bukan hanya menganggap Hindia sebagai tanah air belaka, mereka juga meyakini bahwa tanah Hindia ini “bukan negeri milik Anda (penjajah Belanda). Negeri ini adalah negeri milik kami, Tanah Air kami. Kelak negeri akan bebas selamanya”.

Kalimat itu milik Douwes Dekker, seorang Indo-Eropa. Orang ini juga yang pada 1913 menulis sebuah surat dukungan saat Soewardi dan Tjipto dibuang Belanda. Katanya: “Sekarang akhirnya kita merasakan bahwa kita tidak saling lawan; kita, bangsa Hindia, tidak juga bersebelahan satu sama lain, melainkan bersatu. Dengan terkejut kita menyadari apa yang terjadi: urusan mereka adalah urusan kita. Penderitaan mereka adalah penderitaan kita. Serentak segalanya menjadi begitu tajam dan jelas bagi kita: Kita bersaudara: kita adalah satu.”

Apakah Liem Koen Hian atau Douwes Dekker dan sesama rekan-rekan yang mendukungnya tidak mengambil risiko dan tidak nekat? Tentu tidak.

Risiko mereka juga terang: sebagai Cina, tentu Liem tahu bahwa stereotipe dan kebencian terhadap mereka itu ada, sedangkan Dekker jelas akan selalu dianggap oleh bumiputera sebagai “orang-sana” karena berkulit putih dan berhidung mancung. Liem dan Dekker juga sama-sama menganut agama minoritas.

Mengikuti penalaran Anies, jika Indonesia tidak merdeka, mereka akan dianggap bukan Tionghoa dan Eropa (karena sudah mendukung tanah air Hindia/Indonesia). Jika Indonesia merdeka, belum tentu mereka diakui sebagai sepenuhnya WNI oleh bumiputera.

Seperti halnya ada keturunan Arab pendiri IAV yang menolak menjunjung Indonesia sebagai tanah air, tentu saja keturunan Cina dan Indo juga sangat banyak yang tidak mau bergabung dengan nasionalisme Indonesia. Mayoritas keturunan Indo bisa dikatakan sangat ragu, bahkan menolak, mendukung gagasan Dekker.

Namun cukuplah dikatakan: kalimat Anies yang berbunyi “Tidak ada yang lain yang melakukan itu kecuali keturunan Arab di Indonesia” jelas keliru.

Anies: Apa yang terjadi? Begitu Indonesia merdeka partainya membubarkan diri. Bapak-bapak ibu sekalian cari di dunia mana ada sebuah partai membubarkan diri karena tujuan telah tercapai. [...] Membubarkan diri, bukan dibubarkan. [...] mengambil sikapnya non-kooperatif. gabungan sesudah itu dengan MIAI, Majelis Islam A’la Indonesia.

Membubarkan diri ini problematis atau masih sumir. MIAI jelas dibubarkan oleh Jepang, lalu dibentuklah Masyumi. Bagaimana dengan PAI? Hamid Algadri, salah seorang tokoh keturunan Arab, dalam buku Politik Belanda Terhadap Islam dan Keturunan Arab Indonesia menulis di halaman 130: “Setelah bermanis-manis dengan Indonesia beberapa waktu, semua partai politik dibubarkan oleh Jepang, di antaranya PAI.”

Kemungkinan “membubarkan diri” dalam istilah Anies adalah setelah kemerdekaan, ketika Maklumat X yang menyerukan pendirian partai-partai diparaf Hatta pada 3 November 1945, PAI sempat dibentuk lagi. Namun, karena partai-partai yang ada sudah membuka diri kepada keturunan Arab, maka tidak diperlukan lagi PAI. PAI pun dibubarkan.

Anies keliru ketika menyebut PAI (atau juga MIAI di mana PAI akhirnya bergabung—dalam hal ini Anies benar) berkiprah dalam politik masa itu dengan berhaluan non-kooperatif. Istilah non-kooperatif merujuk sikap/pendirian yang tidak bersedia bekerja sama dengan pemerintah kolonial. PKI dan PNI-Baru jelas non-kooperatif, tapi PAI tidak pernah bersikap non-kooperatif.

Jika bersikap non-kooperatif, mustahil PAI diizinkan berdiri. Pada 1934, konservatisme pemerintah kolonial sedang kuat-kuatnya. Sukarno, Hatta, dan Sjahrir dibuang. Tidak ada lagi main-main dengan partai-partai progresif dan revolusioner.

Kalau mau eksis dan aman, berpolitiklah dalam kerangka sistem kolonial—yang untuk sebagian berarti mengakui dan bersedia bergabung di Volksraad. A.S. Alatas, Ketua PAI yang terpilih menggantikan AR Baswedan yang sakit pada 1938, adalah anggota Volksraad.

Sikap non-kooperatif terkesan lebih heroik, atau mengesankan sikap keras dan tanpa kompromi kepada Belanda. Tentu Anies tidak ingin sedang mengatrol level heroisme keturunan Arab ketika menyebut PAI sebagai partai non-kooperasi. Anies, sekali lagi, sepertinya lupa, atau barangkali luput soal detail.


https://tirto.id/yang-tidak-dikatakan-anies-baswedan-di-markas-fpi-ce1b?gclid=CNKNgbLs7NICFQwmvQod-eYJqw

Sunday, 12 March 2017

Google Adsense dari Blogspot

Cek Ketersediaan Adsense

Jika selama ini Anda ngeblog menggunakan bahasa Indonesia hingga pengaturannya pun berbahasa Indonesia, dipastikan tab pada Dasboard blogspot Anda tidak tersedia layanan Penghasilan. Olehnya itu kita harus mengaktifkannya. Caranya :


  1. Masuk ke Dasboard blogspot Anda, lalu pilih tab Setelan dan pilih menu Bahasa dan Pemformatan.


  • Pada menu pilihan bahasa, rubah format Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Inggris, baik Amerika atau Inggris United Kingdom. Setelah itu Save. 


  • Refrest Dasboard blogspot Anda, sekarang akan muncul tab baru yakni Penghasilan dan isinya Adsense. 


  • Selanjutnya melihat ketersediaan layanan untuk blog Anda. Jika Anda membuka tab Penghasilan dan dibagian bawah kotak terlihat tampilan seperti dibawah ini, maka urungkan dulu niat Anda. Tunggu hingga tombol Mendaftar Adsense tidak buram lagi dan tak ada tulisan disampingnya. 


Daftar Adsense Melalui Blogspot

  • Jika tombol Mendaftar Adsense telah bisa ditekan. Lakukan pendaftaran. Gambarnya seperti dibawah ini. 


  • Ada tiga tahap melakukan pendaftaran Adsense melalui blogspot. Dilangkah pertama Anda akan diberi pilihan menggunakan akun email seperti yang sedang digunakan, atau menggunakan email lain. Silahkan pilih Ya, Gunakan (email Anda). 


  • Tahap kedua, hanya menjabarkan informasi tentang blog Anda. Pilih bahasa yang Anda gunakan di blog Anda, lalu klik Lanjutkan


  • Tahap ketiga dan terakhir adalah formulir permohonan. Isi semua pilihan, mulai Negara atau wilayah, Zona waktu dan Jenis akun (personal atau bisnis). Pilih sesuai pilihan yang ada dan paling sesuai dengan Anda. sementara untuk keterangan pribadi, usahakan isi dengan keterangan Asli, Nama, Alamat, Kota, Provinsi, Kode Pos dan Telepon, setelah itu tekan Kirim Permohonan Saya


Kini formulir Adsense Anda telah dikirim ke Google. Tunggu 1 kali 24 jam atau paling lama 1 minggu untuk mendapatkan jawaban. Dari pengalaman bloGoooblok ~ mendaftar Adsense, setelah mengirimkan formulir, enam jam kemudian surat dari google tiba. Jawaban apakah Anda diterima atau tidak menjadi penyedia layanan iklannya.

Kelihatan memang mudah melakukan pendaftaran, dan kemudahan itu tidak segampang diterima oleh Google. Olehnya itu ada banyak hal yang harus diperhatikan jika hendak menggunakan layanan Adsense.


 http://www.blogooblok.com/2014/03/cara-daftar-google-adsense-dari-blogspot.html

Google Adsense di Blogger

Tips Agar Diterima Google Adsense. Jika sudah memenuhi kriteria silahkan daftarkan blog anda ke google adsense. Berikut Caranya:
  • Langkah Pertama silahkan buka situs http://blogger.com dan Login ke akun Blogger Anda. Pilih blog yang akan anda daftarkan adsense. Setelah itu pada Dashboard silahkan klik menu Earnings, jika menu earning tidak muncul pada dashboard anda pelajari di sini Cara Menampilkan Menu Earnings di Blogger. Jika menu Earnings sudah muncul klik menu Earnings, lalu klik Get Started seperti gambar berikut ini:
Cara Daftar Google Adsense di Blogger

  • Kemudian akan muncul tampilan seperti ini:
Cara Daftar Google Adsense di Blogger

  • Setelah itu klik Yes, use alamatemail@gmail.com seperti gambar diatas. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti ini:
Cara Daftar Google Adsense di Blogger

  • Jika blog anda berisi artikel yang berbahasa Indonesia, maka pilihlah bahasa Indonesia, jika berisi artikel berbahasa inggris pilihlah bahasa Inggris. Setelah itu checklist/centang pada bow/kotak I have read and agree to abide by our program policies,…., Lalu klik Continue. Kemudian muncul tampilan gambar seperti berikut ini:
Cara Daftar Google Adsense di Blogger
Cara Daftar Google Adsense di Blogger

  • Isi semua kolom formulir tersebut sesuai dengan data diri Anda:
Country or Teritory pilih Indonesia.
Account Type pilih Individual.
Payee Name isi Nama lengkap Anda sesuai dengan KTP.
Street Address isi dengan alamat rumah Anda.
City Town isi dengan nama kota alamat Anda.
Province isi dengan nama Privinsi alamat Anda.
Postal Code isi dengan kode pos alamat rumah Anda.
Phone isi dengan nomer Telephone/Handphone Anda.
  • Jika semua sudah diisi, selanjutnya klik Submit my application. Lalu muncul tampilan berikut ini:
Cara Daftar Google Adsense di Blogger

  • Kemudian klik Continue.

  • Sampai di tahap ini blog Anda sudah berhasil didaftarkan dalam program Google Adsense dan sedang dalam masa Review. Dapat Anda lihat seperti pada gambar di bawah ini, terdapat keterangan Your Adsense account is awaiting approval. Artinya pendaftaran akun Adsense Anda sedang menunggu keputusan apakah akan diterima atau tidak.
Cara Daftar Google Adsense di Blogger

  • Apabila Anda mencoba login ke http://www.google.com/adsense/ maka Anda akan melihat keterangan seperti gambar di bawah ini:
Cara Daftar Google Adsense di Blogger

Jadi Anda harus bersabar selama beberapa jam atau beberapa hari. Nanti jika akun Adsense anda selesai di review pihak Google maka Anda akan mendapatkan email pemberitahuan dari Google Adsense apakah blog anda diterima atau ditolak. Jadi rajinlah membuka email untuk mengetahui pemberitahuan tersebut. Jika blog Anda diterima bisa langsung Login ke situs Google Adsense dan sudah bisa untuk memasang iklan adsense pada blog Anda. Baca disini Cara Memasang Iklan Adsense di Blogger.

Apabila ditolak biasanya di email dijelaskan mengapa blog Anda ditolak. Pahami isi email tersebut dan perbaiki kekurangan blog Anda. Setelah Anda perbaiki silahkan resubmit (Daftarkan Kembali) ke http://www.google.com/adsense/ jika tiga kali berturut-turut blog Anda masih ditolak, saran saya Anda mendaftar ulang dengan akun Google dan blog baru yang berbeda atau Anda bisa dengan Cara Daftar Adsense Lewat Youtube. Daftar lewat Youtube lebih mudah diterima dibandingkan lewat Blogger. Itu sudah saya buktikan.

Sekian Cara Daftar Google Adsense di Blogger. Jika Anda sudah mempraktekkan sesuai yang telah saya jelaskan, maka Anda tidak akan merasa kesulitan. Terima Kasih telah mampir dan meluangkan waktu di blog saya. Silahkan tinggalkan komentar, komentar Anda sangat bermanfaat bagi saya.

 http://panduanblogger-blog.blogspot.co.id/2015/03/cara-daftar-google-adsense-di-blogger.html

Jangan


Prefer Rather



Google Kembangkan Teknologi Pencarian Objek via Video

Google mengembangkan teknologi mutakhir di mana pengguna nanti bisa mencari nama objek di video. Teknologi tersebut diungkap di gelaran Cloud Next, yang diadakan di San Francisco, Amerika Serikat pada Rabu, 8 Maret 2017.
Teknologi bekerja dengan alat deep-learning API (Application Program Interface), yaitu Cloud Video Intelligence. Tugasnya menganalisa video dan mempelajari objek yang terdapat di sepanjang durasi video.

Setelah itu, ia akan melakukan proses kategorisasi objek dan menciptakan sistem di mana nama objek tersebut dapat dicari.
Dilansir Mashable, Minggu (12/3/2017), teknologi tersebut masih tersedia secara terbatas untuk kalangan pengembang. Mereka diberikan akses closed beta untuk menjajalnya. Para pengembang juga bisa menciptakan aplikasi yang bisa mengekstrak objek dari video secara otomatis.
Dengan teknologi tersebut, pengguna bisa mencari nama objek yang ada di dalam video. Ketika mencari objek spesifik seperti harimau, yang muncul nanti adalah kelompok kategori nama objek seperti hewan, kehidupan liar, harimau, harimau bengal, kebun binatang dan kategori sejenisnya.
Selain itu, pengguna juga dapat mencari video dengan memilih kategori nama objek spesifik.

Fei-Fei Li, Chief Scientist Google, mengatakan bahwa teknologi itu dirancang untuk memaksimalkan pengalaman mencari di dalam video.
“Ini dirancang bagi perusahaan konsumer teknologi serta organisasi media besar, yang mana ingin menciptakan katalog atau menemukan cara mudah untuk mengatur konten.” kata Li dalam keterangan tertulisnya.
Untuk saat ini, API yang dapat melakukan pencarian gambar cuma hanya bisa dilakukan untuk static image (gambar diam, bukan gambar bergerak).
Dengan adanya teknologi baru tersebut, diharapkan pengembang dapat menciptakan aplikasi yang bisa membantu pengguna mencari dan menemukan informasi yang mereka inginkan di dalam video.
(Jek/Ysl)

 http://tekno.liputan6.com/read/2882540/google-kembangkan-teknologi-pencarian-objek-via-video?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Ingat....Mesin ketik ditahun 1966 belum bisa mengetik dengan huruf BOLD ! #SupersemarPalsu


Insentif 15 Dollar AS

Dalam upaya mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2017, yakni 15 juta orang, Kementrian Pariwisata melakukan terobosan baru dengan memberi insentif sebesar 15 dollar AS atau setara Rp 200.000 untuk satu orang wisman.

"Kita memiliki target yang sangat menantang dari tahun 2017 sampai 2019. Tahun ini kita harus dapat 15 juta (wisman), tahun lalu 12 juta (wisman) dan tambahan tiga juta (wisman) lumayan berat karena belum pernah terjadi dalam sejarah lonjakan sampai tiga juta (wisman)," kata Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu saat ditemui di Hubei-Indonesia Project Promotion Meeting, Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (10/3/2017).

(BACA: Kemenhub Dukung Target 15 Juta Wisman Tahun 2017)

Untuk itu berbagai strategi dilakukan oleh Kemenpar dalam menarik wisman berkunjung ke Indonesia. Salah satunya yang terbaru dan diberlakukan sejak awal tahun 2017 adalah pemberian insentif 15 dollar AS per orang kepada maskapai atau wholesaler.

Dijelaskan oleh Vinsensius, insentif tersebut hanya berlaku bagi maskapai atau wholesaler yang melakukan penerbangan, khususnya carter ke destinasi di luar Bali dan Jakarta.

 Tak hanya Kemenpar, lanjut Vinsensius, Kementerian Perhubungan juga terus meningkatkan dan memperbaiki fasilitas di bandara Indonesia.

Sedangkan Angkasa Pura memberi biaya pendaratan dan parkir gratis selama satu tahun untuk maskapai dengan rute baru di luar Bali dan Jakarta.

"Itu namanya semi hard selling. Sebenarnya negara-negara kompetitor kita seperti Malaysia dan Thailand sudah lama melakukan hal yang sama," katanya.

Menurut Vinsensius, 15 dollar AS per orang tersebut akan diberikan kepada wholesaler atau maskapai, yang biasanya akan digunakan untuk menurunkan harga paket wisata atau sebagai biaya promosi media.

"KPI (Key Performance Indicator) kita adalah di pax, per orang. Apa yang kita investasikan harus bisa balik dengan orang. Kalau dikonversikan biayanya sebesar 15 dollar AS," katanya.

Vinsensius menambahkan, wisman yang berkunjung ke Indonesia rata-rata menghabiskan 1.200 dollar AS atau setara Rp 16 juta saat berkunjung ke Indonesia. 

 http://travel.kompas.com/read/2017/03/12/080400427/insentif.15.dollar.as.untuk.mengejar.target.15.juta.wisman

–– ADVERTISEMENT ––

Komunis Dan Palu Dan Arit Dan Sorban Duit


Kafeer


Prosesor 32 "Core" AMD Dirilis

AMD mengumumkan prosesor server terbarunya, Naples yang digadang-gadang bakal jadi penantang berat Intel Xeon seri E5 V4. Rencananya, Naples bakal dirilis pada kuartal kedua 2017 ini.

“Selama ini, server atau data center kekurangan inovasi. Jika liat perkembangan CPU untuk tujuan tersebut, selama 7 tahun terakhir terakhir hanya ada penambahan kecil saja. Misalnya kecepatan GHz atau sekadar jumlah core,” ujar SVP and GM Enterprise, Embedded, Semi Custom Business Group AMD, Forrest Norrod di sela Ryzen Tech Days, di San Francicso awal Maret ini.

“Padahal kita ini butuh sistem yang lebih kuat dan memang lahir untuk menangani cloud dan berbagai hal di masa sekarang. Karena itu dengan sangat bangga kami katakan, kami memiliki Naples yang bakal membawa inovasi ke server era masa kini,” imbuhnya

 Norrod mengatakan, Naples dibekali banyak kelebihan. Antara lain core berjumlah 32, yang sanggup mengelola 64 threads secara bersamaan, memiliki memori delapan channel, mendukung RAM maksimal 2 TB, serta total 128 saluran transmisi data PCIe 3.0

Sementara itu, di segmen yang sama, Intel menawarkan 22 core dan 44 threads, empat channel memori, dukungan RAM maksimal hingga 1,5 TB.

Dalam sebuah demo singkat, AMD menunjukkan Naples memiliki kinerja dan spesifikasi lebih tinggi dibandingkan Intel Xeon E5-2699A V4 yang berbasis arsitektur Broadwell.

Demo ini menggunakan sistem komputasi bersoket ganda, sehingga masing-masing sistem memiliki dua Naples dan dua Intel Xeon. AMD sendiri membatasi kinerja sistem Naples pada 44 core dan memori 1866 MHz.

Berikutnya, AMD menggunakan beban kerja (workload) seismic analysis sebagai bahan pengujian singkat itu. Hasilnya menunjukkan bahwa AMD bisa menyelesaikan pemrosesan dalam 18 detik, sementara Intel memakan waktu 38 detik.

Bila sistem Naples menggunakan spesifikasi maksimal miliknya, yakni 64 core dan kecepatan memori 2.400 MHz, pemrosesan seismic analysis akan selesai hanya dalam waktu 15 detik.

Terakhir, AMD meningkatkan kapasitas data yang diproses hingga empat kali lipat. Hasilnya, dengan spesifikasi maksimalnya, Naples bisa menyelesaikan seismic analysis itu dalam waktu 63 detik. Sedangkan sistem Intel tidak dapat memprosesnya karena kekurangan memori.

“Demo ini memakai seismic analysis karena menggunakan data besar. Prakteknya tentu saja akan berbeda-beda, tapi seismic analysis bisa dipakai untuk mewakili kemungkinan situasi pemrosean yang akan terjadi,” pungkas Norrod.

 http://tekno.kompas.com/read/2017/03/12/08100007/prosesor.32.core.amd.dirilis.kuartal.ii.2017

Finalis Termuda Lomba Ejaan

Edith Fuller, bocah lima tahun asal Tulsa, Oklahoma, menjadi sorotan pada lomba ejaan tahunan Scripps National Spelling Bee. Tak hanya menjadi kontestan termuda, ia juga menjadi finalis termuda yang pernah ada.

Gadis kecil itu mengalahkan lebih dari 50 anak lain pada kompetisi wilayah regional di Green County, Wisconsin, Amerika Serikat, Sabtu lalu. Ia melaju ke babak final yang akan diadakan di Washington DC antara 30 Mei dan 1 Juni 2017.

Juru bicara EW Scripps Company selaku penyelenggara acara mengatakan, Edith memenangkan kejuaraan tingkat daerah setelah berhasil mengeja kata final jnana. Menurut kamus Merriam-Webster, kata itu berarti pengetahuan yang diperoleh melalui meditasi.

Kata-kata lain yang ia eja termasuk diksi rumit tak lazim seperti odori, colloquial, dan sevruga. Media lokal Tulsa World melaporkan, gadis yang ikut sekolah di rumah itu merasa bersyukur bisa lolos babak awal kompetisi.

Annie Fuller, ibu Edith, mengatakan seluruh anggota keluarga mendapati Edith berbakat dalam bidang bahasa. Musim panas lalu, gadis kecil itu berhasil mengeja kata restoran dalam bahasa Inggris dengan benar pada percobaan pertama.

"Kami tahu ada sesuatu yang istimewa, bahwa dia akan memulai sesuatu yang baru, saya bangga dia bisa mengembangkan kemampuan bahasanya sendiri dengan sangat baik," ujar sang ibunda, dilansir dari laman Time.

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/17/03/12/omoh2z328-bocah-lima-tahun-jadi-finalis-termuda-lomba-ejaan-bergengsi

Kafeer


KPK Bisa Lakukan Ini

Pengamat hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hajar berpendapat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera menetapkan tersangka terhadap nama-nama besar di kancah perpolitikan dalam negeri yang dalam dakwaan disebut menerima aliran dana kurupsi KTP-el. Sehingga, KPK bisa terhindar dari tuduhan, kasus tersebut ada unsur politik atau ditunggangi kekuatan politik.

"Agar (Korupsi KTP-el) tidak dituduh dan ditafsirkan sebagai langkah politis dan ditunggangi kekuatan politik, serta belum memasuki tahun-tahun yang penuh agenda politik, maka sudah sewajarnya KPK menetapkan dan memajukan segera pihak pihak yang namanya disebut dalam dakwaan untuk segera ditetapkan sebaga tersangka," kata Fickar kepada Republika.co.id, Ahad (12/3).

Apalagi, kata Fickar, nama-nama yang sering disebut-sebut terlibat dalam setiap perkara korupsi, tapi selalu lolos. Menurutnya, dibutuhkan kecepatan dan keseriusan KPK dalam menyelesaikan koripsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut. "Terutama nama-nama yang sering disebut dalam setiap perkara korupsi, tetapi selalu lolos bagaikan Belut. Mengingat serangan balik ke KPK mulai dilakukan, karena itu KPK harus gerak cepat," ucap Fickar.

Fickar mengatakan, disebutnya nama-nama besar tersebut dalam dakwaan bukan tanpa alasan. Menurutnya, KPK pasti mempunyai dua alat bukti atau minimal keterangan saksi-saksi yang mengaitkan nama-nama tenar itu.

"Dengan disebutnya nama-nama besar dalam dakwaan KTP-el, itu berarti KPK mempunyai bukti, minimal keterangan saksi-saksi yang mengaitkan nama-nama tersebut dengan tindak pidana korupsi yang terjadi," kata Fickar.

Sidang perdana kasus mega-korupsi KTP elektronik digelar pada Kamis (9/3) dengan agenda pembacaan dakwaan. Pada persidangan, Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, didakwa merugikan negara sebesar Rp 2,314 triliun.

Dalam dakwaan, disebutkan juga nama-nama besar di dunia perpolitikan Indonesia yang disebut-sebut ikut mencicipi uang haram tersebut. Nama-nama itu adalah Setya Novanto, Anas Urbaningrum, M Nazaruddin, Ganjar Pranowo, Chaeruman Harahap, Agun Gunandjar Sudarsa, Taufik Effendi, Teguh Djuwarno, dan lain sebagainya.

 http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/03/12/omohd2382-kpk-bisa-lakukan-ini-untuk-hindari-tuduhan-politis-di-kasus-ktpel

Xiaomi Kini Bikin Sepatu Juga?



Bukannya perangkat elektronik, Xiaomi baru saja meluncurkan produk baru yang adalah sepasang sepatu. Tapi bukan sepatu biasa, karena Xiaomi membekalinya dengan prosesor Intel di dalamnya. Bisa apa?

Xiaomi menamai sepatu pintarnya itu dengan sebutan 90 Minutes Ultra Smart. Sepatu ini dibekali prosesor Intel Curie yang mengusung arsitektur masih 32 bit, SRAM sebesar 80 KB, dan flash memory berkapasitas 384 KB saja.

Sepatu tersebut juga dilengkapi sensor gyroscope, accelerometer, dan punya sambungan bluetooth. kelebihan sistem pintar tersebut memungkinkan sepatu 90 Minutes Ultra Smart terhubung ke ponsel, lewat aplikasi.

Fungsi yang ditawarkan sama persis dengan kebanyakan perangkat wearable yang banyak beredar di pasaran. Penggunanya bisa memantau aktivitas fisik yang direkam sepatu tersebut, seperti jumlah, kalori, kecepatan, hingga jarak yang sudah ditempuh. Yang selanjutnya data-data aktivitas ini bisa dilihat lewat aplikasi di ponsel.

Seperti perangkat wearable lainnya, sepatu 90 Minutes Ultra Smart juga perlu daya. Xiaomi membekalinya dengan baterai yang diklaim bisa bertahan selama 60 hari dalam sekali pengisian, sehingga pengguna tak perlu sering-sering mencoloknya ke sumber listrik.

Seperti detikINET kutip dari Tech Viral, Sabtu (11/3/2017), Xiaomi menyiapkan dua pilihan model, yang bisa dipilih pengguna pria dan wanita. Banderolnya pun menarik khas Xiaomi, karena sepatu ini hanya dihargai di angka 299 yuan atau sekitar Rp 570 ribuan. Sayangnya belum ada kepastian apakah sepatu 90 Minutes Ultra Smart bakal dipasarkan ke luar China. (yud/fyk)

 http://inet.detik.com/consumer/d-3444574/xiaomi-kini-bikin-sepatu?utm_source=twitter&utm_medium=oa&utm_content=detikcom&utm_campaign=cmssocmed

Anas Minta PPATK Lacak Penikmat Uang Haram e-KTP



 Mantan Ketua umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum setuju jika sidang korupsi e-KTP disiarkan media secara  langsung. Ucapan Anas itu telihat di cuitannya  di akun twitter @anasurbaningrum.

Kata Anas, hal itu penting dikakukan untuk membedakan mana kesaksian hitam dan putih dalam kasus yang melibatkan banyak pihak itu.

"Agar persidangan bisa membedakan mana yg "kesaksian putih", mana yg "kesaksian hitam". *abah," ujar Anas yang dilihat PenaOne.com Minggu (12/3/2017).

Anas juga melihat jika sidang disiarkan secara langsung bisa menyeleksi mana fakta dan bukan fakta.

"Agar persidangan bisa menyeleksi secara jujur dan adil, mana yg fakta dan mana yg bukan fakta. *abah," cuitnya lagi.

Menurut Anas, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPTK) bisa memaksimalkan peramnya untuk melacak siapapun penikmat uang haram senilai Rp2,3 triliun itu.

"PPATK @PPATK perlu maksimal melakukan pelacakan terhadap siapapun yg diduga menerima aliran dana. *abah," cuitnya dipaling terakhir

http://www.penaone.com/2017/03/anas-minta-ppatk-lacak-penikmat-uang.html?m=1

Relawan Agus-Sylvi Putuskan Merapat


Relawan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni dari Jakara Pusat, resmi mendukung pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI.

Koordinator Cabang Relawan Agus-Sylvi, Mulyana mengaku pihaknya siap memenangkan pasangan nomor 2 Ahok-Djarot alam Pilgub putaran kedua Pilgub DKI Jakarta.

“Kami siap mendukung dan memenangkan Ahok-Djarot,” ujar Mulyana di Kantor Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (Almisbat), Tebet, Jakarta, Sabtu (11/3).

Ia juga mengajak seluruh warga Jakarta bersama-sama menjaga kerukungan selama Pilgub DKI Jakarta. “Jangan lagi ada aksi anarkis yang dilakukan oleh oknum,” pintanya.

Pilihan relawan Agus-Sylvi merapat ke Ahok-Djarot, menurut Mulyana karena suka dengan program-program yang ditawarkan kandidat nomer dua ini. “Kita memilih bukan karena agama, tapi program yang sudah ada,” katanya.

http://radarlampung.co.id/read/2017/03/11/relawan-agus-sylvi-putuskan-merapat-ke-kandidat-ini/

Share Posting Otomatis Blog ke Twitter



Dan dalam postingan ini saya akan memberikan trick Cara Share Posting Otomatis Blog ke Twitter, dimana hal tersebut akan sangat membantu sobat blogger dalam menyebarkaluaskan (men-share) artikel terbaru blog anda. Dengan begitu anda tak perlu repot-repot untuk login twitter dan mengupdate status artikel terbaru blog anda.

Oke langsung saja kita menuju Cara Share Posting Otomatis Blog ke Twitter. Hal Pertama yang kita lakukan adalah dengan menggunkan pihak ketiga, yaitu dengan menghubungkan blog dan twitter kita. Untuk itu silahkan menuju website twitterfeed.com (saat ini sudah beralih ke https://dlvrit.com/ dan berbayar :).

Setelah anda membuka situs tersebut, silahkan klik Sign in with Linkedln, Google, Yahoo!, and more, klik Google biar loginnya pakai akun Google.


Isi Feed Name dengan nama blog anda, Blog URL or RSS Feed URL dengan URL blog anda , dan jangan lupa di test dulu, jika sudah klik Continue to Step 2


Selanjutnya akan terbuka halaman baru. karena pada kesempatan ini saya membahas Cara Share Postingan Blog ke Twitter maka pilih Twitter. Lalu klik Authenticate Twitter Using OAuth lalu klik Izinkan aplikasi, dan isi UMT Tags dan optional tags jika perlu, jika sudah klik Create Service.


Dan selesai, jika anda igin mengatur ulang, menambah lagi feed, tinggal masuk aja ke Dashboard, klik Go to Dashboard. Sekian artikel atau posting mengenai Cara Share Posting Otomatis Blog ke Twitter. Selamat mencoba dan semoga berhasil :)

 https://simbwox.blogspot.co.id/2017/01/cara-share-posting-otomatis-blog-ke.html

Wednesday, 8 March 2017

Permasalahan Printer

 Cara merawat printer diatas kalau jika dilaksanakan dengan benar dapat mengoptimalkan kinerja printer dan memperpanjang usia pakai printer. Selain cara di atas juga ada beberapa cara lagi untuk merawat printer yaitu :

1.      Gunakan kain lembab untuk membersihkan printer jangan menggunakan cairan yang mudah terbakar seperti : alkohol, bensin atau tiner.

2.      Disarankan tidak mengganti atau mencabut catridge jika tinta belum habis. Usahakan agar tinta menyentuh CHIP CISS yang terdapat pada catridge.

3.      Pastikan printer bebas dari debu terutama pada tempat penarik kertas (tray). Gunakan kain bersih dan kering untuk membersihkan area penarik kertas (tray) tersebut.

4.      Lakukan update driver secara berkala, demi meningkatkan kinerja printer.

http://aguswidiana31tkj1.blogspot.co.id/2013/09/gangguan-gangguan-pada-printer-dengan.html

Materi permasalahan printer: gangguan-gangguan pada printer dengan cara perbaik...

materi permasalahan printer: gangguan-gangguan pada printer dengan cara perbaik...: 1.   Gangguan - Gangguan Pada Printer Permasalahan secara umum yang sering terjadi pada printer Canon ip 2770 dan cara penangannya ad...



IKAPPI


Surga (Patriarkis) yang Tak Dirindukan 2




Selama satu dekade terakhir, film religi bisa dibilang merupakan salah satu genre yang cukup laris di Indonesia. Berdasarkan data jumlah penonton yang dikumpulkan oleh Film Indonesia, film religi selalu menjadi bagian dari 15 film terlaris setiap tahunnya. Surga Yang Tak Dirindukan bahkan menjadi film terlaris pada tahun 2015.

Maka, tidak mengejutkan jika film tersebut mendapatkan sekuel, yang mengambil tempat di luar negeri serta melibatkan Reza Rahadian. Disutradai oleh Hanung Bramantyo yang turut menulis naskah bersama Alim Sudio dan Manoj Punjabi, film ini secara mengejutkan tak berceramah mengenai agama. Sebaliknya, Surga Yang Tak Dirindukan 2 justru menjadikan agama sebagai kedok. Pembungkus manis atas usaha mendoktrin perempuan–secara halus, tentunya–untuk memenuhi standar ideal laki-laki muslim patriarkis.
Sejujurnya, film ini dibuka dengan sangat meyakinkan. Arini (Laudya Cynthia Bella) dan putrinya Nadia (Sandrina Michelle) tampak sedang sibuk bersiap untuk keberangkatan mereka ke Budapest. Sementara Pras (Fedi Nuril) yang tengah mengendarai mobilnya sekencang mungkin agar bisa mengantarkan mereka ke bandara, justru harus terhambat akibat kecelakaan yang menimpa mobil lain.
 
Yang terjadi selanjutnya adalah serangkaian adegan yang sangat mirip dengan awal permasalahan di film Surga Yang Tak Dirindukan. Meski terkesan sederhana, adegan pembuka ini memunculkan harapan bahwa Surga Yang Tak Dirindukan 2 akan membawa angin segar dengan pesan yang cukup positif. Seperti halnya Tanda Tanya dan Hijab, dua film besutan Hanung Bramantyo sebelumnya. Sayang, film ini kemudian menunjukkan wajah aslinya sebagai film religi kebanyakan.
 
Seputar Plot dan Masalah Teknis

Sesampainya Arini dan Nadia di Budapest, mereka justru bertemu dengan Meirose (Raline Shah) dan putranya, Akbar. Pertemuan ini dan serangkaian kejadian lain membuat Arini yakin bahwa ini semua adalah suratan takdir. Ia pun dengan gigih membujuk Meirose untuk kembali ke kehidupan rumah tangga mereka sebagai istri kedua Pras. Apalagi, Nadia setuju dan sangat ingin mewujudkan keinginan ibunya itu.
Konflik batin pun melanda Pras, yang tidak yakin ia akan bisa bersikap adil jika memang memilih berpoligami. Sementara Meirose semakin bimbang. Akankah ia memilih kembali ke masa lalu yang selama ini ia tinggalkan atau memilih untuk menyongsong masa depan dengan melanjutkan hidupnya di Budapest bersama Dokter Syarief (Reza Rahadian)?

Secara teknis, sesungguhnya film ini cukup berkualitas. Memang penulisan dan dramatisasi yang digunakan lebih pantas untuk sinetron atau film televisi, tetapi film ini didukung dengan nilai produksi yang lumayan. Menjadikan Budapest sebagai latar tempat, menghadirkan pemandangan yang cukup mengeksplorasi keindahan dan eksotisme kota tersebut. Cukup memanjakan mata, meskipun tak ada shot yang benar-benar membekas.

Pemilihan lagu serta musik latarpun tidak mengganggu. Film ini didukung pula oleh jajaran pemain berkualitas yang semuanya berperan sangat baik serta berhasil menghadirkan emosi yang kuat di setiap karakter. Seperti yang sudah diduga, penampilan paling berkesan hadir dari Reza Rahadian. Ia membuktikan bahwa ia pasti bisa memanusiakan karakter yang ia perankan, sedangkal apa pun naskah dan skenarionya.

Di film ini, tampak jelas bahwa Dokter Syarief ditulis sebagai karakter antagonis, sosok yang mengancam keharmonisan rumah tangga Pras-Arini-Meirose. Ia adalah sosok yang menggoda dan menjauhkan Meirose dari “surganya” bersama Pras. Syarief bahkan digambarkan sebagai sosok yang jauh lebih inferior daripada Pras dalam masalah agama, sehingga kemampuannya untuk menjadi imam rumah tangga bagi Meirose sangat diragukan. Namun, Reza Rahadian tetap berhasil membuatnya menjadi karakter yang paling menarik dan believable, sosok yang masih mungkin ditemui di dunia nyata.

Oleh karena itu, jika hanya berdasarkan masalah teknis, film ini masih sangat pantas ditonton. Dan di pasar yang tepat, film ini akan menjalankan tugasnya sebagai media komunikasi massa dengan baik. Karena film pada dasarnya bukan hiburan semata. Film juga mengkomunikasikan ide dan dapat membuat penonton memikirkan ulang pandangan mereka terhadap dunia, serta memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu (Kaapa, 2012).

Film juga dapat mendorong penontonnya untuk melakukan imitasi terhadap karakter yang ditampilkan, apabila sosok tersebut dianggap mirip dengan diri penonton atau sosok diri yang ideal bagi penonton (Rushton & Bettinson, 2010). Hal ini yang membuat keberadaan Arini dalam film Surga Yang Tak Dirindukan 2 sesungguhnya meresahkan.

Arini dan Konstruksi Perempuan Ideal

Di film ini, Arini digambarkan sebagai sosok yang harus dicontoh oleh seluruh muslimah lainnya. Ia tak hanya rajin beribadah dan menutup aurat, namun juga sangat feminin, lemah lembut, dan penyayang. Yang terpenting, Arini sangat menjura pada suaminya. Sifat-sifat yang terlihat jelas dari diri Arini ini sesungguhnya menggambarkan standar ideal bagi para perempuan muslim menurut kerangka pikir patriarki yang sedang berupaya didobrak lewat gerakan keadilan gender.

Tentu tak ada yang salah dengan menghormati pasangan hidup atau mencintai mereka sepenuh hati. Idealnya memang hubungan romantis, apalagi yang melibatkan pernikahan, dijalani oleh dua orang yang saling menghormati dan saling mencintai. Tapi sebuah hubungan tidak lagi ideal dan justru menjadi tidak sehat ketika kebahagiaan dan kebutuhan pasangan menjadi jauh lebih penting daripada diri kita sendiri.
Itulah yang ditunjukkan dalam film ini. Arini terbutakan oleh niatnya untuk menjadi “istri yang berbakti”, menempatkan Pras di atas segalanya. Bahkan kesehatan dan kebahagiaannya sendiri, lebih jauh lagi, kebahagiaan orang lain (dalam hal ini, Meirose).

Film ini berusaha menggambarkan Arini sebagai sosok muslimah yang tegar dan penuh kasih sayang. Tapi, menolak menjalankan kemoterapi dan melakukan pengobatan apa pun karena “usia sudah diatur Allah” itu bukan bentuk perilaku tegar apalagi tawakal. Tawakal seharusnya dilakukan setelah ikhtiar, yakni ketika semua usaha untuk menyembuhkan diri telah dicoba.

Memaksa Meirose dan Pras untuk kembali bersama agar Meirose dapat menggantikan posisinya di sisi Pras juga bukan bentuk ketaatan terhadap suami, ketegaran, apalagi bentuk welas asih dan ikhlas. Itu adalah keegoisan dan masokisme yang didasari oleh doktrin patriarkis. Pemaksaan Arini menjadi egois jika kita menilik kehidupan baru Meirose yang jauh lebih baik di Budapest. Kondisi mental dan emosionalnya jauh lebih stabil, peningkatan pesat dari kondisinya di film pertama.

Film ini juga menunjukkan bahwa Meirose dapat menjadi ibu yang baik bagi Akbar dan membangun hubungan sehat dengan orang-orang di sekitarnya. Ia juga telah menjadi perempuan independen yang sukses secara finansial sebagai pemilik toko. Pun ia telah memiliki kehidupan romantis bersama Dokter Syarief, yang diterima olehnya dan oleh Akbar. Dengan menuntut Meirose untuk kembali ke sisi Pras, Arini dengan egois memaksa Meirose untuk mengabaikan semua itu. Tentu saja semua itu dilakukan atas nama ketaatan pada suami.

Kebahagiaan dan kenyamanan hidup Pras tak boleh diganggu gugat, termasuk oleh penyakit Arini ataupun kehidupan pribadi Meirose. Keputusan kedua perempuan itu bukanlah bukti ketulusan cinta dan ketaatan terhadap agama serta suami. Mereka sesungguhnya menjadi korban pemikiran misoginis, hasil dari doktrin patriarki yang menempatkan lelaki di atas segalanya dan menindas perempuan. Film ini melanggengkan paradigma itu.

Dengan menempatkan Arini sebagai “perempuan idaman semua lelaki” dan bahkan membuat Meirose mengucapkan sendiri kalimat itu, film ini mendorong penonton perempuan untuk mengidentikkan diri mereka dengan Arini. Memandang Arini sebagai gambaran utuh seorang muslimah yang sempurna dan menjadikannya panutan yang ingin mereka tiru. Padahal, Arini hanyalah korban patriarki yang lemah dan egois.

Menempatkannya sebagai sosok ideal hanya melanggengkan pemikiran patriarki yang menuntut muslimah untuk mengikuti standar ideal yang tidak adil. Memaksa mereka untuk selalu melayani suami dan menempatkan kebahagiaan suami di atas segalanya. Bahkan di atas harga diri dan kebahagiaan diri sendiri, seperti dengan merelakan mereka memadu perempuan lain tanpa meminta persetujuan sebelumnya.
Maka sangat disayangkan, bagaimana film yang sepertinya akan sangat laris (hingga saat artikel ini ditulis, film ini telah memperoleh lebih dari 460 ribu penontonini justru berceramah mengenai nilai-nilai yang akan membelenggu perempuan muslimah melalui ekspektasi yang menyesakkan serta tidak adil gender.

 http://geotimes.co.id/surga-patriarkis-yang-tak-dirindukan-2/#gs.MWmbLOQ

Tuesday, 7 March 2017

Driver Go-Jek Ini Sukses Bekuk Pelaku Hipnotis


Seorang driver ojek online (Go-Jek) berhasil menangkap pelaku gendam (hipnotis) di Kawasan Jalan Dr Moewardi, Kecamatan Laweyan, Solo, Selasa (7/3) siang. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran sebelum driver Go-Jek itu membekuk pelaku.
“Saat melihat ada ribut-ribut itu, naluri saya langsung mengatakan kalau itu ada masalah. Apalagi, di kawasan tersebut ada orang yang teriak-teriak jika dia (pelaku-red) habis menggendam orang,” terang Junet kepada Timlo.net usai memberikan laporan di Mapolresta Solo.
Peristiwa bermula saat driver Go-Jek bernama Junet Saptono (34) berada di Kawasan Jalan S Parman, Kelurahan Stabelan, Kecamatan Banjarsari untuk menarik penumpang. Saat itu, warga Mojosongo, Kecamatan Jebres tersebut melihat ada seorang wanita yang menarik-narik baju pelaku sebelum masuk ke dalam mobil jenis Toyota Camry warna putih.
Setelah berhasil masuk kedalam mobil, pelaku langsung kabur dengan menggunakan mobil tersebut. Sontak, Junet langsung tancap gas menggunakan motor jenis Honda Revo AD 5209 BBE dan mengejar pelaku meski belum tahu persis duduk permasalahannya. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara Junet dan pelaku gendam tersebut. Hingga akhirnya, pelaku berhasil di bekuk tepatnya di depan Masjid Kota Barat, Jalan Dr Moewardi.
“Saya ngejar dari Kawasan Pasar Legi ke Jalan Abdurahman Saleh (RRI-red) lalu ke Jalan Gajah Mada sampai Pasar Nongko. Dia nerabas arus searah, saya ikuti terus sampai ke kawasan Hotel Agas. Saat belok ke selatan sampai bangjo (lampu merah-red) Jalan Yosodipuro saya di serempet sampai jatuh. Tapi tetap saya kejar sampai Masjid Kota Barat. Disitulah dia ditangkap,” kata Junet.
Saat berhasil menghentikan mobil pelaku, sejumlah warga langsung berkerumun dan memaksa pelaku untuk keluar mobil. Namun, pelaku menolak dan akhirnya diseret warga yang geram dengan ulah pelaku yang ugal-ugalan di jalan raya.
Meski mengalami luka lecet di bagian tangan sebelah kiri dan kaki bagian kanan namun aksi heroiknya tersebut patut diacungi jempol. Junet mengaku, dirinya merasa terpanggil berbuat sesuatu ketika terjadi kejahatan di depan matanya.
Sementara itu, Wakasatreskim Polresta Solo, AKP Sutoyo saat ditemui wartawan mengaku masih mendalami kasus tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih memeriksa korban, saksi hingga dua pelaku yang berhasil dibekuk.
“Pelakunya (pelaku gendam-red) ada dua orang, satu berhasil ditangkap di Kota Barat. Satunya di Luwes Pasar Legi. Saat ini masih kami lakukan penyidikan,” terangnya mewakili Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi.

http://www.timlo.net/baca/68719706518/meski-sempat-terjatuh-driver-go-jek-sukses-bekuk-pelaku-hipnotis/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Gepokan


Ilmu Adalah


Rp 100 M ke Sandiaga Uno Agar Hambalang Dikerjakan DGI


Muhammad Nazaruddin menyebut Anas Urbaningrum mengatur perusahaan yang akan mengikuti lelang proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor. Anas sempat meminta duit Rp 100 miliar ke komisaris PT Duta Graha Indah, Sandiaga Uno.

"Siapa yang mau dimenangkan waktu itu pilihan Mas Anas masih DGI, karena DGI siap menyerahkan Rp 100 miliar di depan ternyata ketemu Sandiaga Uno sama Dudung mereka tidak sanggup, sanggupnya by termin," beber Nazar bersaksi untuk terdakwa Andi Mallarangeng di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/6/2014).

Permintaan Sandiaga agar pembayaran dilakukan bertahap ditolak. "Karena harus ada ijon untuk teman-teman DPR. Makanya dipilih Adhi Karya," lanjut Nazar.

Setelah disepakati Adhi Karya menggarap Hambalang, Sesmenpora Wafid Muharam melakukan komunikasi dengan pimpinan perusahaan tersebut termasuk menyertakan Mindo Rosalina Manulang dan Machfud Suroso orang dekat Anas.

Menurut Nazar memang ada dana-dana yang dialokasikan ke sejumlah orang termasuk anggota DPR untuk menggiring proyek Hambalang.

"Waktu diputuskan Adhi Karya (menang) Mindo Rosalina sudah mengeluarkan uang Rp 19 miliar, Machfud Suroso waktu itu baru mengeluarkan uang Rp 13 miliar. Kemana-mana dikasihkan Rosa kasih catatan Mahfud juga kasih catatan," sebut Nazar.

Sebelumnya Sandiaga usai menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Kamis (3/10/2013), mengaku tidak tahu aktivitas detil perusahaan tersebut. Pemeriksaan tadi, lanjut Sandiaga, hanya seputar posisinya di DGI.

Sandiaga sendiri mengaku tidak mengenal siapa Nazaruddin. Ia juga tidak tahu jika sebagian uang keuntungan proyek Nazar dibelikan saham Garuda Indonesia.

"Nanti klarifikasinya dari temen-temen KPK," tutup mantan Ketua HIPMI ini.

https://news.detik.com/berita/2605611/nazar-anas-minta-rp-100-m-ke-sandiaga-uno-agar-hambalang-dikerjakan-dgi